SI TRABAS 2025: Arena Berlatih Navigasi Darat yang Seru dan Menantang

Jum’at, 21 September 2025, di Welirang Penanggungan Adventure Park (WPAP), dilaksanakan pembukaan kegiatan Sinau Terampil Alam Bebas yang disingkat menjadi Si Trabas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah dan mengembangkan keterampilan di alam bebas, khususnya Ilmu Membaca Medan dan Peta, atau yang akrab disebut Navigasi Darat.

Si Trabas 2025 diikuti oleh 16 orang peserta dengan rincian 11 peserta laki-laki dan 5 peserta perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Jum’at sampai dengan Minggu, 21–23 November 2025. Medan latihan yang digunakan berada di wilayah gunung dan hutan Trawas, Mojokerto.

Hari pertama kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta mulai pukul 13.00 WIB dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kak Indra selaku Direktur Scarf Outdoor. Kak Indra menyampaikan bahwa, di kegiatan ini, selain menambah kemampuan dalam ilmu navigasi, juga dapat menambah persaudaraan. Ia berpesan, “Mari belajar dan berlatih bersama.”

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi navigasi darat oleh Kak Ihwal Praja. Peserta antusias memperhatikan materi yang disampaikan. Pemahaman tentang peta, kontur, koordinat, dan reseksi menjadi beberapa hal yang disampaikan oleh Kak Ihwal. Sesi materi di hari pertama berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Aktivitas hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan materi lanjutan dari Kak Ihwal tentang kompas. Peserta mendapatkan titik tujuan dari Kak Ihwal, kemudian diminta membidik dan berjalan menuju titik tersebut menggunakan kompas. Langkah ini sebagai simulasi kecil sebelum nantinya peserta melakukan praktik jalan kompas di medan dan area yang lebih jauh dan luas.

Selesai sesi materi dengan Kak Ihwal, selanjutnya peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk melakukan praktik. Persiapan masing-masing kelompok dilakukan dengan menata dan packing perlengkapan yang dibutuhkan di dalam tas. Tiap-tiap kelompok juga mendapatkan pendampingan dari fasilitator.

Etape pertama praktik, tiap-tiap kelompok berjalan mengikuti tanda pita oranye dan diberikan tugas membuat peta pita. Sesampainya di lokasi yang telah ditentukan, tiap-tiap kelompok mendapatkan koordinat awal dan koordinat tujuan. Setelah melakukan orientasi peta dan mengetahui koordinat tujuan, kelompok tersebut berjalan menuju titik yang telah ditentukan. Etape pertama berakhir saat siang hari; peserta istirahat, makan, dan melakukan ibadah.

Etape kedua, tiap-tiap kelompok mendapatkan koordinat baru, yaitu Puncak Gunung Pringgodani, dan melakukan jalan kompas menuju titik tersebut. Medan yang berbeda dan lebih menantang dari etape pertama dirasakan oleh peserta, yang membutuhkan konsentrasi penuh dalam berjalan. Ketika sudah sampai di titik tujuan, tiap-tiap kelompok membuat tempat perlindungan dan makan malam. Bersama dengan fasilitator, malam hari sebelum istirahat, peserta melakukan refleksi perjalanan dan pengalaman ketika melakukan jalan kompas.

Etape ketiga praktik navigasi, peserta melakukan navigasi digital dengan aplikasi Avenza Maps. Fasilitator memberikan titik pertama, tiap-tiap kelompok berjalan menuju titik tersebut dengan tugas record and marking. Sampai di titik pertama, fasilitator memberikan koordinat kembali menuju ke WPAP dengan tugas yang sama: merekam perjalanan dan menandai lokasi tertentu menggunakan Avenza Maps.

Si Trabas 2025 diakhiri dengan pengisian formulir umpan balik dan rencana tindak lanjut peserta, kemudian ditutup oleh Kak Indra. Pesan yang disampaikan saat penutupan adalah, “Keterampilan itu perlu untuk diasah dan dikembangkan, Anda perlu menindaklanjuti pelatihan ini dengan cara terus berlatih, berlatih, dan berlatih.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *