
Kondisi suhu di pegunungan yang berada di dataran tinggi sangat berbeda dengan suhu di dataran rendah. Seseorang bisa mengalami suatu kondisi yang berhubungan dengan suhu dingin ketika ia kehilangan lebih banyak panas tubuh daripada yang dapat dipulihkan oleh tubuh. Kehilangan panas tubuh bisa disebabkan karena kondisi pakaian basah yang terlalu lama dipakai, maupun cuaca dingin ekstrem tanpa perlindungan yang didapatkan oleh seseorang. Salah satu kondisi kehilangan suhu panas tubuh ialah Hipotermia.
Hipotermia terjadi ketika suhu inti tubuh turun hingga 35 derajat celcius. Hal ini terjadi karena darah dialihkan ke permukaan kulit dalam upaya untuk mempertahankan suhu tubuh, Pakaian yang basah dan terkena angin sangat meningkatkan risiko kehilangan panas tubuh yang berlebihan, selain itu dehidrasi juga menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya hipotermia. Ketika kondisi dingin, tubuh kita bisa membuang sebagian cairan lebih banyak melalui buang air kecil, dan hal ini bisa mengakibatkan dehidrasi.
Gejala hipotermia sangat bervariasi bergatung tingkat keparahan seseorang kehilangan suhu tubuh. Menggigil menjadi tanda hipotermia ringan dengan suhu tubuh 32 hingga 35 derajat celcius. Tubuh berusaha untuk mengangatkan diri melalui kerja otot sehingga menyebabkan seseorang menggigil. Seseorang yang mengawali hipotermia ringan tidak menyadari tanda-tanda awal.
Ketika hipotermia berlanjut ke tingkat yang lebih parah, menggigil akan berhenti, fungsi otot dan sistem saraf menurun. Penderita mungkin tidak dapat berjalan. Otot menjadi kaku dan gerakan tidak terkoordinasi. Perilaku menjadi bingung dan tidak rasional, pingsan atau tidak sadarkan diri bisa terjadi. Seseorang juga akan keulitan mengamati denyut nadi penderita, pupil mata mungkin juga membesar.
Hipotermia ialah kondisi darurat yang jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian bagi penderita. Penanganan hipotermia dimulai dengan mengentikan kehilangan suhu panas tubuh. Lepaskan pakaian-pakaian penderita yang basah dan hindarkan penderita dari hembusan angin. Berikan pakaian kering pada penderita dan tempat berlindung yang cukup nyaman. Jika penderita bisa makan, berikan cairan penambah energi dan makanan yang berbahan dasar gula. Jika kondisi sangat darurat, segerakan untuk evakuasi penderita ke tempat yang lebih aman (segera turun dan membawa ke rumah sakit).
Maka dalam mendaki gunung atau berada di ketinggian, jika pakaian kita basah dan angin di sekitar berhembus sangat kencang ataupun kondisi sedang hujan segera untuk membuat tempat perlindungan, lepas baju yang basah dan ganti pakaian yang kering, perbanyak konsumsi cairan energi dan makanan yang mengandung gula dan jika bisa membuat api untuk menghangatkan diri dan lingkungan sekitar.
